Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotim Bima Santoso saat berbincang dengan supir angkutan yang melintas di jalan lingkar selatan, belum lama ini. (BAHRI/KALTENGPOS)


SAMPIT, PROKALTENG.CO- Jalan HM Arsyad merupakan jalur yang harus diwaspadai oleh pengendara, baik itu kendaraan bermotor, angkutan truk dan mobil pribadi. Pasalnya, jalan tersebut sangat rawan dan merupakan jalur tengkorak, karena sering kali menimbulkan korban jiwa, bahkan puluhan nyawa melayang di jalur tersebut setiap tahunnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Bima Santoso meminta kepada pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Kotim untuk memasang rambu-rambu lalu lintas, atau menyosialisasi kepada jasa angkutan, serta para supir agar tidak memarkir kendaraannya di badan jalan.

"Kami meminta kepada dinas perhubungan untuk memasang rambu-rambu lalu lintas dan melakukan sosialisasi kepada jasa angkutan dan agar tidak memarkir kendaraan angkutannya di badan jalan, karena akan memgakibatkan kecalakaan lalu lintas," ujar Bima Santoso, Minggu (20/6).

Menurutnya, Jalan HM Arsyad itu sangat padat akan mobil angkutan baik angkutan barang, peti kemas ataupun angkutan minyak CPO dari perusahaan kelapa sawit yang menuju arah pelabuhan Bagendang. Akibat padatnya jalan itu paling sering terjadi kecelakaan antara angkutan dengan pengendara motor, antara truk dan mobil pribadi.

"Saya sendiri pernah beberapa kali menyaksikan bahwa adanya korban yang nyawanya melayang di jalur itu, akibat pengendara roda dua menabrak mobil angkutan yang parkir di badan jalan, bahkan sesama angkutan saling bertabrakan," ucap Bima.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini juga mengingatkan agar pihak pengusaha angkutan selalu menyampaikan kepada para sopir mereka untuk berhati-hati dan tidak berkendara dengan kecepatan tinggi. Bagi truk yang parkir di badan jalan juga diingatkan agar memasang tanda yang jaraknya sesuai aturan, bukan mepet dengan lokasi parkir tersebut.

1

Editor : dar
Reporter : bah/uni