ilustrasi


PROKALTENG.CO-Pasien dengan masalah pada jantungnya, salah satu tatalaksana yang dilakukan adalah dengan melakukan pemasangan ring. Ring dipasang pada pasien yang mengalami penyempitan pembuluh darah dengan tujuan untuk memperbaiki asupan darah secara memadai. Akan tetapi pemasangan ring tak bisa juga harus memenuhi beberapa faktor.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Dafsah Arifa Juzar dari Heartology Cardiovascular Center menjelaskan penyempitan pembuluh darah pun bisa terjadi secara tiba-tiba atau kronis. Pada pasien yang

mengalami penyempitan tiba-tiba, hampir seluruhnya perlu pemasangan ring segera untuk mengurangi risiko komplikasi jantung bahkan kematian.  Sedangkan untuk orang lainnya, tindakan pemasangan ring perlu investigasi terlebih dahulu untuk memastikan adanya penyakit jantung koroner atau tidak.

Ia menjelaskan beberapa cara untuk menginvestigasi penyakit jantung. Dimulai dari yang paling sederhana yaitu EKG atau Elektrokardiogram, yang dilakukan untuk merekam aktivitas kelistrikan jantung dan dapat memperlihatkan adanya kekurangan asupan oksigen atau bahkan kerusakan otot jantung akibat serangan jantung. Pada orang yang tidak ditemukan kelainan pada pemeriksaan EKG saat istirahat, hal itu belum berarti aman dari penyakit jantung koroner.

“Hal ini disebabkan karena penyakit jantung koroner bersifat degeneratif. Penyakit jantung koroner atau proses aterosklerosis merupakan proses alamiah yang akan terjadi dengan bertambahnya umur,” jelas dr. Dafsah dalam webinar, Minggu (20/6).

Ia mengingatkan ada risiko faktor penyakit jantung koroner yakni tekanan darah tinggi, merokok, sakit kencing manis, hiperkolesterolemia (kolesterol tinggi), riwayat keluarga dengan penyakit jantung prematur, dan kebiasaan hidup tidak sehat. Pemeriksaaan EKG saat istirahat saja belum cukup untuk orang-orang yang mempunyai lebih dari satu faktor risiko jantung atau telah berumur di atas 30 tahun.

Kapan Harus Pasang Ring

Memurutnya, performa jantung dalam mengatasi beban kerja perlu diuji dengan pemeriksaan stress test. Pemeriksaan stress test bisa dengan treadmill stress test, pemeriksaaan stress echo Dobutamine Stress Test) atau pencitraan lainnya. Jika penyakit jantung koroner tidak dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan, maka diperlukan prosedur angioplasti (pemasangan ring). ’’Pemasangan ring jantung merupakan prosedur non bedah dengan anestesi lokal dan sedasi ringan. Akses ke

pembuluh darah koroner sebagian besar melalui pembuluh darah di pergelangan tangan dan ataupun pembuluh darah di pangkal paha pada keadaan tertentu. Selama tindakan berlangsung, pasien akan dalam keadaan sadar namun nyaman,’’ tutur dr. Dafsah.

Pada penyempitan sedang yang lebih dari satu indikasi pemasangan cincin, dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan iFR (Instant wave-free Ratio) ataupun FFR (Fractional Flow Reserve), sehingga pemasangan ring yang tidak berindikasi dapat dihindari dan juga untuk mengurangi risiko komplikasi akibat pemasangan ring yang tidak diperlukan. Pemasangan ring yang optimal dibutuhkan konfirmasi dari alat pencitraan intravaskular. Alat intravaskular yang dimaksud adalah IVUS (IntraVascular Ultrasound), yang

merupakan teknologi imaging dengan ultra sound untuk memberi gambaran di dalam pembuluh darah, termasuk plak dan kondisi pembuluh darah. Informasi yang didapat dari hasil pencitraan ini akan memfasilitasi pemilihan metoda persiapan kelainan penyempitan pembuluh darah, agar dapat dipasang ring secara optimal. Optimal berarti berkurangnya risiko penyempitan dan komplikasi pada lokasi pemasangan ring tersebut.

Pada kelainan jantung koroner yang sudah lanjut, berat atau kompleks, penyempitan pembuluh darah jantung sudah mengalami pengapuran atau kalsifikasi. Apabila hal ini terjadi, maka diperlukan terapi tambahan agar pemasangan ring mencapai hasil optimal berdasarkan konfirmasi IVUS. “Para dokter menentukan keparahan penyakit dan strategi pengobatan tatalaksana terbaik untuk pasien.

Strategi tatalaksana pengobatan meliputi indikasi perlu atau tidaknya pemasangan ring serta pemilihan strategi untuk mempersiapkan lesi (plak) menyempit sebelum dilakukan pemasangan ring,” jelasnya.

Akurasi diagnosis dan penggunaan terapi tambahan dalam pemasangan ring merupakan kunci keberhasilan dan keamanan. ‘Pemasangan ring yang optimal akan memberikan manfaat jangka panjang untuk meminimalisir terjadinya penyempitan ulang (restenosis). “Kualitas hidup pasien akan lebih baik, bisa mengurangi rasa nyeri jantung, maka harus hidup lebih optimis,” tutur dr. Dafsah.

12

Editor : Dinarsa Kurniawan
Reporter : Marieska Harya Virdhani/JPC