Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah berhasil lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)


PB PABSI berhasil meloloskan lima lifter di Olimpiade Tokyo 2020. Mereka adalah Eko Yuli Irawan (61 kg), Deni (67 kg), Rahmat Erwin Abdullah (73 kg), Windy Cantika Aisah (49 kg), dan Nurul Akmal (+87 kg). Dari lima lifter itu, tiga orang lolos saat masa-masa pandemi.

Kelolosan Rahmat, Deni, dan Nurul melalui proses yang mendebarkan. Hingga 2020, ketiganya masih berada di luar peringkat aman. Hanya peringkat 8 besar yang berhak lolos ke Tokyo. Kuota itu masih ditambah dari lima wakil kontinental atau benua.

Kabidninpres PB PABSI Hadi Wihardja mengatakan, dalam beberapa kelas ada negara yang tidak ikut. Hal itu dipengaruhi beberapa hal. Misalnya, satu negara yang hanya bisa mengirim satu lifter, kasus doping atlet, hingga penyesuaian kelas dari lifter itu sendiri. Karena alasan itulah, peringkat mereka bisa naik dan memenuhi kuota dari kontinental.

’’IWF dalam dua hari terakhir membuat keputusan yang sangat cermat dan memperhatikan kondisi tiap lifter. Khususnya tentang lift clean. Lifter harus bersih dari doping,’’ kata Hadi dalam keterangan resminya.

Pada 6 Juni lalu, IWF terus menyesuaikan poin tiap lifter. Akhirnya pada klasemen akhir kualifikasi, Rahmat berhasil masuk posisi 9 besar.

Sementara itu, Deni tepat berada pada peringkat ke-8 ranking kualifikasi terakhir. Rahmat berhak lolos sebagai wakil dari kontinental Asia. Rahmat berhasil mengumpulkan 3551,2153 poin. Hasil itu juga dipenguruhi penampilan Rahmat dalam dua kejuaraan terakhir yang berkategori gold.

Pada Kejuaraan Asia Junior 2020, Rahmat meraih satu perunggu dengan total angkatan 335 kg. Untuk Nurul Akmal, dia masih berada pada peringkat 14 besar sampai 2020. Saat prakualifikasi, dia bisa masuk 13 besar. Akhirnya Nurul lolos dalam peringkat ke-6 dengan raihan 2106,0567 poin.

1

Editor : dar
Reporter : gil/c7/bas