Superstar Denver Nuggets Nikola Jokic kembali gagal mengalahkan Phoenix Suns dalam tiga laga beruntun di semifinal playoff wilayah barat. (Dustin Bradford / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)


Denver Nuggets bersama 18.277 fans mereka sedang bersukacita kemarin di Ball Arena. Trofi MVP NBA 2021 secara simbolis resmi diserahkan kepada power forward mereka Nikola Jokic. Penyerahan dilakukan sebelum game ketiga semifinal wilayah barat digelar.

Namun, saat pertandingan berakhir, suasana suka tersebut berubah menjadi duka. Sang tamu Phoenix Suns berhasil melumat Nuggets di kandang sendiri dengan skor 116-102. Hasil itu membuat nasib Nuggets di playoff tahun ini di ujung tanduk.

Pasalnya, Nuggets sekarang sudah tertinggal 0-3 dalam format best of seven. Di sejarah playoff, belum ada satu pun tim yang sanggup berbalik unggul dan lolos ke babak selanjutnya setelah tertinggal dengan skor tersebut.

”Kami tidak bermaksud merusak momen kebahagiaan Jokic,” ucap Monty Williams, head coach Suns, dilansir ESPN. ”Tapi, di waktu yang sama, kami juga datang ke pertandingan ini untuk mencari kemenangan,” tambahnya.

Shooting guard Devin Booker mengemas 28 angka. Point guard senior Chris Paul menjadi motor serangan Suns. Dia juga moncer dengan raihan 27 angka. ”Aku tahu ini momen emosional untuk Nuggets. Dengan trofi yang diterima Jokic,” ucap Paul. ”Tapi, yang ada di pikiran kami hanya bagaimana caranya untuk bisa menahan laju mereka,” ucap Paul.

Jokic sudah melakukan segalanya untuk menyelamatkan Nuggets dari kekalahan. Pemain asal Serbia itu membukukan triple-double 32 poin, 20 rebound, dan 10 assist. Namun, itu masih gagal membawa Nuggets untuk menang.

Dia pun merasa benar-benar frustrasi meski kemarin adalah malam spesialnya. ”Aku tidak mampu mengeluarkan permainan terbaikku. Terlalu banyak tembakan yang meleset,” ucap Jokic.

1

Editor : dar
Reporter : irr/c12/bas