Ilustrasi membuat CV saat melamar pekerjaan (jawapos)


SEMUA orang tentunya tahu salah satu peran penting Curiculum Vitae (CV) atau daftar riwayat hidup sebagai syarat yang harus dipenuhi untuk melamar pekerjaan. CV adalah dokumen yang mengungkapkan kualifikasi seorang calon karyawan apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan atau tidak.

Untuk itu, sebagai kandidat harus menyiapkan CV semenarik mungkin agar diterima di perusahaan tersebut.

Berdasarkan sebuah riset, seorang perekrut hanya memiliki waktu setidaknya selama 6 detik untuk membaca isi dari CV yang diberikan oleh kandidat. Dapat Anda bayangkan jika ada banyak sekali kandidat yang melamar untuk posisi yang tengah dibuka, tentunya akan sangat memakan waktu.

Nah, agar CV Anda menarik di mata HRD saat menyeleksi ratusan bahkan ribuan CV para pelamar yang masuk, berikut tips yang bisa Anda lakukan seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Tahu Job Desc dan Job Require yang Dibutuhkan Perusahaan

Saat ini ada banyak sekali lowongan yang diunggah di situs rekrutmen namun hanya sebagian kecil yang diterima lantaran CV yang mereka buat tidak memenuhi job description dan job requirement.

Maka saat Anda membuat CV, perhatikan pula perusahaan yang tengah membuka lowongan. Jangan membuat satu CV untuk semua lowongan yang ada di internet.

Cobalah gali lebih jauh kebutuhan keterampilan yang wajib dimiliki oleh kandidat karyawan perusahaan tersebut. Biasanya masing-masing perusahaan memiliki kualifikasi tertentu dalam memilih calon kandidat untuk posisi tertentu.

Jika perusahaan tersebut membutuhkan kandidat yang memiliki leadership tinggi, tonjolkanlah sisi leadership Anda dengan mengekspos pengalaman leadership Anda. Sehingga pihak perusahaan pun akan memiliki bahan pertimbangan tersendiri.

2. Membuat Format CV yang Benar dan Komunikatif

Langkah selanjutnya, buatlah CV dalam format yang benar, dan komunikatif sehingga mudah untuk dipahami oleh perekrut. Berikan informasi secara detail tapi tidak berbelit-belit.

Selain itu Anda pun harus mengatur tampilan serta alur informasi yang hendak disampaikan. Sehingga informasi tentang diri Anda mudah dimengerti oleh perekrut.

Salah satu contoh alur informasi yang baik misalnya menempatkan profil pendidikan Anda sebelum menjelaskan pengalaman kerja. Lalu pengalaman organisasi hingga pencapaian-pencapaian lain yang berguna untuk proses rekrutmen.

3. Menjelaskan Sedikit Peran Anda di Perusahaan Sebelumnya

Bagian ini adalah salah satu terpenting dari proses rekrutmen utamanya untuk perusahaan yang membutuhkan karyawan dengan pengalaman kerja. Bagian ini berfungsi agar perekrut mengetahui informasi mengenai organisasi atau perusahaan tempat di mana Anda pernah bekerja.

Kemukakan pula tugas dan tanggung jawab serta berapa lama Anda bekerja di perusahaan atau organisasi tersebut. Saat perekrut menemukan benang merah antara pengalaman Anda dengan spesifikasi calon karyawan, di sanalah pihak perekrut akan mulai menilai Anda apakah cocok untuk menempati posisi tersebut atau tidak.

4. Jelaskan Kaitannya Posisi yang Dilamar dengan Pengalaman Anda

Poin berikutnya yang harus Anda perhatikan adalah memberikan informasi yang sekiranya relevan dengan kebutuhan perusahaan tempat Anda melamar. Gunakan pula kata-kata yang menggambarkan diri Anda dengan kuat serta jangan ragu untuk menggunakan data kuantitatif, seperti ‘mampu menarik 25 persen pelanggan baru setiap bulannya’.

Selanjutnya jangan lupa pula untuk mengecek CV yang Anda miliki dari kesalahan penulisan. Semakin tepat kriteria Anda dengan kebutuhan perusahaan, maka tak menutup kemungkinan Anda pun akan diterima diperusahaan yang Anda idam-idamkan tersebut.

5. Gunakan Bahasa yang Baik dan Benar serta Komunikatif

Tips selanjutnya adalah gunakan bahasa yang komunikatif, hindari penggunaan kata-kata ‘gaul’ yang justru akan terkesan kurang formal.

Perlu Anda ingat, sekalipun Anda melamar di sebuah perusahaan dengan lingkungan yang casual, pastikan pula Anda tetap menulias surat lamaran dan CV dengan bahasa sesuai kaidah bahasa yang baik dan benar serta komunikatif.

6. Rangkai Kalimat dengan Tidak Bertele-tele

Hal yang paling dihindari oleh seorang perekrut adalah membaca CV yang berisi kata-kata yang terlalu bertele-tele atau tidak langsung pada poinnya. Hal tersebut hanya akan membuang-buang waktu yang mereka miliki untuk mencari kandidat yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Oleh karenanya gunakan bahasa yang jelas dan rangkai kalimat dengan tidak terlalu banyak pengulangan kata-kata yang justru malah tidak menggambarkan diri Anda yang sesungguhnya.

7. Hasilkan CV yang Menari dan Dapatkan Pekerjaan Impian

Sebelum menuliskan data diri Anda dalam sebuah CV, pastikan memahami cara membuat CV yang baik dan benar sehingga bisa menarik perhatian para HRD. Cobalah menerapkan tips di atas dan dapatkan peluang besar bisa bergabung dalam perusahaan yang diinginkan. 

Editor : pri
Reporter : kp