Kerumunan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kegiatan kunjangan kerja (kunker) di Nusa Tenggara Timur (NTT) (Istimewa)


PROKALTENG.CO-Bareskrim Polri kembali menolak laporan terkait kerumunan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kegiatan kunjangan kerja (kunker) di Nusa Tenggara Timur (NTT). Laporan kali ini dilayangkan oleh Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI). Sebelumnya laporan serupa juga dibuat oleh Koalisi Masyarakat Anti Ketidakadilan. Hasilnya pun tak ada nomor LP yang diterbitkan Bareskrim.

Ketua Bidang Hukum dan HAM PP GPI Fery Dermawan mengatakan, barang bukti yang dibawa dikembalikan oleh petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri. Petugas juga tidak menerbitkan nomor LP.

“Intinya tadi kita sudah masuk ke dalam ini laporan masuk, tapi tidak ada ketegasan di situ. Jadi intinya bukti kita dikembalikan, hanya ada pernyataan bahwasannya ini untuk diajukan secara resmi kembali,” kata Fery di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/2).

“Ini tidak ada nomor LP. Saya tidak berani menyatakan ini ditolak karena disaat saya meminta ketegasan apakah ini ditolak? Tidak ada jawaban ini ditolak. Intinya silakan bikin laporan secara resmi, itu jawaban yang kami terima. Jelas kami tidak puas dengan jawaban ini,” imbuhnya.

Dalam laporan ini, GPI melaporkan Jokowi dan Gubernur NTT Viktor Laiskodat. GPI membawa beberapa barang bukti, seperti video kerumunan saat Jokowi berada di NTT.

“Video yang menggambarkan pelanggaran protokol kesehatan tadi, terjadi kerumunan, di kerumunan itu presiden kemudian membagikan sovenir. Kerumunan itu sudah ada dari sebelum presiden sampai ke lokasi jadi terkesan dibiarkan,” jelas Fery.

Sebelumnya, beredar sebuah video berdurasi 30 detik yang memperlihatkan masyarakat berkerumun saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (23/2).

Dalam video tersebut, tampak Presiden Jokowi ada di dalam mobil, sementara banyak masyarakat yang mengerubungi mobil yang ditumpangi kepala negara itu. Bahkan Jokowi juga tampak melemparkan sebuah bingkisan ke masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya masyarakat saat itu sudah menanti kedatangan kepala negara.

“Benar itu video di Maumere. Setibanya di Maumere, Presiden dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bendungan Napun Gete. Saat dalam perjalanan, masyarakat sudah menunggu rangkaian di pinggir jalan, saat rangkaian melambat masyarakat maju ke tengah jalan sehingga membuat iring-iringan berhenti,” ujar Bey kepada wartawan, Selasa (23/2).

Bey menambahkan Presiden Jokowi dalam menyapa masyarakat tersebut juga sudah mengingatkan kepada masyarakat yang berkumpul untuk mematuhi protokol kesehatan.

12

Editor : Bintang Pradewo
Reporter : Sabik Aji Taufan/JPC